5W + 1H Dalam Kehidupan
Setiap orang memilik impian dalam kehidupannya. Dengan minat dan hasrat yang berbeda, semua terus maju ke depan untuk menjalani kehidupan, atau untuk apa hidup kita. Ada yang sadar dan ada pula yang tidak menyadari apa sebenarnya arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tidak ada yang bisa menyangkal kalau seseorang belum mengetahui akan arti sebuah kehidupan yang sesungguhnya.Tentu semuanya memerlukan proses. Dalam proses inilah manusia mencari akan arti dari sebuah kehidupan yang sesungguhnya. Saat manusia menemukan arti kehidupannya selanjutnya manusia berpikir untuk apa arti kehidupan ini? Begitu manusia menemukan untuk apa arti kehidupan tersebut.berarti ia telah menemukan jati diri yang sesungguhnya.
Lalu apakah arti kehidupan itu ? Hidup ini adalah jalan panjang yang harus kita lalui, Tak satupun diantara peserta kehidupan itu yang diberitahu dimana dan kapan ia harus berhenti, Sebab tempat perhentian pertama yang ditempati adalah ajal, dan berakhir pulahlah masa karya di dunia. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan.” Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.
Apabila kehidupan ini di ibaratkan dalam 5W + 1H maka timbul banyak pertanyaan dalam diri maupun di lingkungan sekitar dan apa yang terjadi dalam hidup baik cara menjalani hidup maupun menikmati prosesnya. 5W + 1H jika di hubungkan dengan kehidupan yang dijalani maka akan mengarah bagaimana pandangan hidup kedepannya ataupun apa yang terjadi di kehidupan sekarang, dan seseorang juga akan tahu kemana dia akan melangkah jika memiliki 5W + 1H dalam diri atau kehidupan mereka karena dia tahu apa yang akan di lakukan di waktu yang akan datang dan bagaimana persiapan untuk menggapainya dan siap menerima apapupun tantangan yang di hadapinya sehingga mereka tidak kehilangan arah dan tujuan hidup itulah salah satu manfaat jika 5W + 1H di hubungkan dengan kehidupan manusia. 5W + 1H singkatan dari “Why, What, When, Who, Where, dan How”. Itulah yang akan timbul jika 5W + 1H di hubungkan dalam kehidupan. Sering-seringlah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri menggunakan 5W+1H ini.
5W + 1H apabila dikaitkan dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai berikut :
”What” = Apa ?
Apa tujuan kita hidup ?
Di dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56 disebutkan bahwa : “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia selain untuk mengabdi kepadaKu.”
Oleh karenanya, manusia hidup harus punya tujuan, dan tujuan itu harus diniatkan dalam rangka menunaikan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya, karena hanya dengan niat yang benar juga dibarengi dengan prakteknya maka hidup kita insya Allah akan selamatdi dunia dan di akhirat.
Why = mengapa ?
Mengapa kita ada di dunia ini?
Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah : 30 yang artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dari ayat tersebut jelas bahwa kita diciptakan untuk melaksanakan misi penting yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk-makhluk yang lain, yaitu untuk menjadi peminpin di muka bumi!
Who = siapa?
Siapa sih diri kamu saat ini?
Saat ini yang berusia remaja, sedang berada pada tahap-tahap persiapan menuju kedewasaan, dewasa dalam sikap, pola pikir, prinsip juga sudut pandang. Dan kedewasaan yang terarah hanya akan terwujud jika pada tahap sekarang berhasil membangun pondasi dengan baik. Apa yang diserap, lakukan dan jalani di masa sekarang amat besar pengaruhnya pada apa yang bakal kamu hadapi di masa depan. Maka dengan menyadari benar siapa diri ini yang sekarang, tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa masa ini harus manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
When = kapan?
Sampai kapan kamu hidup?
Ajal adalah rahasia mutlak Sang Penggenggam Takdir. Namun, maksud sebenarnya dari pertanyaan ini adalah untuk menjadi renungan bersama, bahwa kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita diberi nikmat hidup, oleh sebab itu hidup yang kita jalani sekarang harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Berbuat, belajar dan bekerja sebaik-baiknya. Beramal sebaik-baiknya. Menggali potensi diri sebaik-baiknya.
Where = di mana
Di mana kamu sekarang berada?
Ini maksudnya agar kita senantiasa menyadari siapa saja yang ada di sekeliling kita, apa posisi kita saat ini, dan lebih jauh lagi, kita harus senantiasa menyadari bahwa Tuhan pasti mengawasi kita di mana saja dan kapan saja, bahkan saat kita terlelap sekalipun. Jadi dengan senantiasa memelihara kesadaran ini, mudah-mudahan kita juga akan selalu berhati-hati dalam hidup.
How = bagaimana?
Bagaimana kamu ada / tercipta?
Saat merenung ke belakang, baru akan kita sadari bahwa penciptaan diri kita adalah sebuah proses yang penuh perjuangan dan penuh hikmah.
Dimulai dari ribuan sperma yang berusaha mencapai dinding rahim, nyatanya hanya ada satu yang berhasil keluar sebagai pemenang, dilanjutkan dengan proses pembuahan di dalam rahim, lalu proses pembentukan manusia akan dimulai secara bertahap, sebagaimana yang Ia jelaskan dalam firmanNya dalam surat Al-Mukminun ayat 12-14 yang artinya :
“Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari tanah (12) Kemudian kami jadikan dia air mani (yang dismpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13) Kemudian mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan sepotong daging, lalu sepotong daging itu Kami jadikan tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian dia Kami ciptakan makhluk yang lain (manusia yang sempurna). Maka Maha Suci Allah yang sebaik-baik menciptakan.”
Bagaiman ciri hidup sederhana agar hidup lebih tenang
dan bahagia ?
Hidup apa adanya
Ciri hidup sederhana itu adalah apa adanya dan tidak mengada-ada. Dalam artian seseorang yang hidup sederhana itu menerima setiap keadaan dan menerima apapun yang dimiliki tanpa menggerutu. Namun mereka tidak menerima begitu saja setiap keadaan, mereka tidak berhenti sampai di situ saja, selanjutnya setelah itu mereka berfikir menyusun strategi dan mengembangkan diri supaya ke depannya akan lebih baik lagi dari sebelumnya. Mereka akan mengevaluasi setiap titik penyebab kegagalan dalam kehidupan mereka.
Bersyukur atas apa yang dimiliki
Hidup sederhana itu mensyukuri atas apa yang dimiliki. Hidup sederhana itu bisa mengendalikan diri untuk tidak tersiksa oleh keinginan memiliki sesuatu yang belum dimiliki. Karena terlalu besarnya keinginan untuk memiliki sesuatu yang tidak dimiliki hanya akan membuat hati dan pikiran terbebani. Dengan bersyukur atas apa yang dimiliki maka seseorang akan lebih mengedepankan rasa terimakasih kepada sang Maha Kuasa atas segala limpahan karunia yang diberikan. Dengan bersyukur maka hati dan pikiran orang yang hidup sederhana akan lebih tenang sehingga mereka bisa fokus dalam bekerja untuk menghasilkan karya-karya.
Tidak berlebihan
Orang yang menerapkan gaya hidup sederhana bisa menentukan sampai sejauh mana sesuatu harus dilakukan. Mereka tidak berlebihan dalam melakukan sesuatu dan memiliki sesuatu. Meskipun hal ini bukan berarti mereka tidak melihat kualitas. Mereka tidak pelit dalam membelanjakan barang-barang berkualitas, namun mereka juga bisa mengatur kecermatan dalam mengatur keuangan sehingga pembelian barang berkualitas tersebut tidak sampai mengganggu kestabilan keuangan pribadi dan keluarganya.
Bila untuk membeli suatu barang perlu menabung maka orang yang hidup sederhana tidak ragu dan segan untuk menabung terlebih dahulu. Orang yang hidup sederhana dengan demikian tidak pernah kehabisan uang sehingga sampai kelaparan, karena mereka cermat dalam perencanaan keuangan dan tidak memperturutkan hawa nafsu.
Tidak mudah berhutang
Karena orang-orang yang hidup sederhana sudah mengatur keuangan mereka secermat mungkin, maka mereka tidak sampai pada kondisi tidak punya uang sehingga mengharuskan mereka untuk berhutang. Orang yang hidup sederhana akan berfikir berulang kali sebelum mereka melakukan aksi hutang. Mereka sebisa mungkin tidak terjatuh dalam jeratan hutang. Mereka sekuat tenaga menghindarkan diri dari hutang. Yang parah adalah ketika mereka melakukan tindakan hutang untuk membeli kebutuhan-kebutuhan sekunder dan bersifat konsumtif. Bila seperti itu maka akan benar-benar semakin mengacaukan kondisi keuangan mereka.
Selalu tersenyum dan bergembira dalam segala suasana
Bergembira di segala suasana baik itu suasana yang tidak nyaman maupun suasana nyaman adalah merupakan ciri-ciri hidup sederhana. Kebanyakan orang itu hanya bergembira ketika suasana nyaman saja. Tetapi orang yang hidup sederhana itu bisa bergembira baik itu di saat kondisi sulit apalagi di kondisi yang nyaman. Orang yang hidup sederhana itu selalu bisa tersenyum apapun kondisinya. Karena bagi mereka apabila masih bisa tersenyum maka berarti mereka masih bisa mengendalikan situasi. Minimal mereka bisa mengendalikan situasi pada diri mereka sendiri.
Terus belajar dan mengembangkan diri
Ciri hidup sederhana selanjutnya adalah bahwa seseorang terus belajar serta mengembangkan dirinya. Orang-orang yang hidup sederhana akan terus meningkatkan kualitas serta kapasistas diri secara terus-menerus. Hidup orang-orang tersebut akan dengan penyikapan-penyikapan secara bijak terhadap perubahan. Mereka sadar bahwa perubahan adalah sesuatu yang pasti. Tidak ada seorang pun yang tidak terlepas dari perubahan. Dengan demikian maka proses belajar dan mengembangkan diri tidak boleh berhenti dan harus terus berlangsung sampai kapanpun. Hidup sederhana itu bukan berarti hanya diam ketika melihat perubahan, tetapi hidup sederhana itu adalah dengan penuh semangat menyambut perubahan secara dinamis dan penuh gairah antusias.
Bisa mengendalikan diri
Ciri hidup sederhana adalah mereka mampu menguasai dan mengendalikan diri. Orang-orang yang hidup sederhana itu adalah orang-orang yang sadar akan keputusan yang mereka tetapkan dan perbuatan yang mereka lakukan adalah sudah melalui hasil pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Mereka tidak mengambil keputusan dan melakukan tindakan atas dasar emosi sesaat saja.
Bisa berfikir jernih
Ciri hidup sederhana adalah mereka mampu menguasai dan mengendalikan diri. Orang-orang yang hidup sederhana itu adalah orang-orang yang sadar. Keputusan yang mereka tetapkan dan perbuatan yang mereka lakukan adalah sudah melalui hasil pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Mereka tidak mengambil keputusan dan melakukan tindakan atas dasar emosi sesaat saja.
“Biarlah hidup ini berjalan apa adanya
Biarlah berlalu dengan semestinya
Dan akhirilah seharusya.”
Dengan Dikaitkannya dalam kehidupan, maka seseorang akan menyadari dengan mengetahui bagaimana kehidupannya yang sebenarnya melalui enam pertanyaan tersebut ( 5W + 1W). Akan tetapi jika keenam pertanyaan hanya dipakai namun tidak dijawab maka realita kehidupan tidak akan berjalan semestinya atau sesuai harapan. Karena hidup itu bagaikan seni yang harus dilukiskan dan diabadikan dengan cara memiliki akhlah dan tingkah laku yang baik.
Daftar Pustaka
Online. Riawani Elyta.“Kiat Memaknai Hidup dengan Metode 5W dan 1H.” Web 2016. Diperoleh 10 Desember 2016. ((http://annida-online.com/kiat-memaknai-hidup-dengan-metode-5w-dan-1h.html)).
Online. Idehidup.com. “17 ciri-ciri hidup sederhana supaya hidup lebih bahagia”. Web 29 Februari 2016 .Diperoleh 10 Desember 2016. ((http://idehidup.com/17-ciri-ciri-hidup-sederhana-supaya-hidup-lebih-bahagia/)).